Nasionalisme & Mahasiswa II
Bagi mahasiswa pada umumnya, nasionalisme bukan suatu nilai yang diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali nasionalisme diasosiasikan dengan hal-hal hebat yang berdampak besar, seperti ikut berunjuk rasa atau berpidato. Padahal, mahasiswa dapat mewujudkan rasa nasionalisme dengan tindakan sesederhana membeli produk lokal Indonesia.
Meski mendukung produk lokal Indonesia bukanlah hal yang sulit, namun banyak mahasiswa masih enggan membeli maupun mempergunakan barang-barang buatan negara sendiri. Sering kali alasan utamanya adalah gengsi. Bagi sebagian orang, produk lokal Indonesia dicap murahan dan kurang bermutu. Selain itu, ada pula yang beranggapan bahwa barang lokal kurang menarik karena citra produk yang tekesan tua dan tidak inovatif.
Kenyataannya produk-produk buatan negara kita kini mulai bersaing dengan barang-barang impor. Mereka mulai memperbaiki kinerja dari segi kualitas hingga branding. Pengusaha lokal mulai sadar pentingnya aspek-aspek ini jika ingin terus memperluas pasar.
Meski mendukung produk lokal Indonesia bukanlah hal yang sulit, namun banyak mahasiswa masih enggan membeli maupun mempergunakan barang-barang buatan negara sendiri. Sering kali alasan utamanya adalah gengsi. Bagi sebagian orang, produk lokal Indonesia dicap murahan dan kurang bermutu. Selain itu, ada pula yang beranggapan bahwa barang lokal kurang menarik karena citra produk yang tekesan tua dan tidak inovatif.
Kenyataannya produk-produk buatan negara kita kini mulai bersaing dengan barang-barang impor. Mereka mulai memperbaiki kinerja dari segi kualitas hingga branding. Pengusaha lokal mulai sadar pentingnya aspek-aspek ini jika ingin terus memperluas pasar.
Comments
Post a Comment