NASIONALISME DAN MAHASISWA 2


Nasionalisme dengan mahasiswa sangat erat hubungannya. Hal ini didukung oleh perbandingan jumlah mahasiswa atau pelajar yang lebih mendominasi dari jumlah orang tua ataupun anak-anak. Dengan jumlah yang lebih mendominasi, mahasiswa atau pelajar memiliki dampak lebih terhadap pengembangan-pengembangan rasa cinta tanah air. Salah satu contoh dampak mahasiswa terhadap nasionalisme adalah banyaknya kelompok-kelompok yang diusung oleh mahasiswa yang diprioritaskan untuk membantu masayarakat agar memiliki kesadaran akan siapa identitas mereka sebagai warga Indonesia.
           Dalam rangka pembangunan rasa nasionalisme bagi mahasiswa, pendidikan dalam perkuliahan berperan aktif untuk membentuk kesadaran dalam diri mereka. Hal ini dikarenakan pendidikan yang diperoleh sehari-hari mempengaruhi pola pikir dan karakter setiap individu yang menerimanya. Dengan demikian aspek utama dalam pembentukan rasa nasionalisme yang paling awal adalah pendidikan tentang siapakah indentitas kita yang biasanya disebut sebagai pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan ini bukan hanya berlaku untuk mahasiswa, namun hal ini juga berlaku untuk semua kalangan baik anak-anak maupun orang tua.
       Beberapa peran pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan rasa nasionalisme yaitu membantu masyarakat memahami siapakah identitas nasional bangsa kita dan juga identitas kita sebagai masyarakat dalam negara Indonesia. Dengan memahami siapakah kita, kesadaran akan rasa kewajiban dan tanggung jawab akan dapat terbentuk dengan sendirinya. Kedua yaitu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan hukum dan peraturan yang berlaku dalam negara Indonesia. Dengan kesadaran akan hukum, ketertiban dan kedamaiaan dalam masyarakat akan terbangun. Ketiga adalah memperjelas kepada masyarakat dasar-dasar yang dianaut oleh negara Indonesia. Dengan pengetahuan akan seluruh aspek tersebut, integrasi terhadap seluruh aspek dalam masyarakat dapat terjalin.



Comments

Popular posts from this blog

PERGI KELUAR BATAS